Sudah Lama

Sudah lama tidak menorehkan kata-kataKu di sini. Entah kemana kutuangkan semua cerita yang beberapa hari ini menggila. Mungkin menguap bersama mimpi. Malam menenggelamkan memori dalam lelap, lalu mentari pagi menyentakkan memori-memori itu jauh ke udara, mewarnai langit biru dengan pelangi memori. Mungkin bukan me-ji-ku =hi-bi-ni-u yang terlihat, entah apa. Tapi Kuyakin hanya hati-hati yang penuh imaji dan mata-mata yang penuh cinta yang bisa melihat pelangi memori itu.

Sudah lama tidak kugoreskan liku-liku perjalanan hidupKu di sini. Bukan tentang sedih atau senang belaka, tapi tentang siapa saja yang telah selama ini mengisi kotak memoriKu dengan senyum, tawa, tangis, keluh kesah, dan derita mereka yang dibagi kepadaKu.

Hhhh,… *tak bisa Kulanjutkan. Entah kenapa

Kesetrum

Listrik merupakan hal yang sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari kita. Bahkan, dapat dikatakan manusia tidak bisa hidup tanpa ada listrik di jaman sekarang ini. Berbicara tentang listrik, hal yang menggelitik bagi kita semua adalah peristiwa kesetrum atau, dalam bahasa Inggris, electrical shock. Orang bilang kesetrum itu 'tersengat listrik'. Lucu. 'Tersengat' seperti tersengat lebah? Mungkin tidak seperti itu tepatnya. Kalau rasanya, mungkin sama-sama terasa seperti tersengat. Lalu, apa sebenarnya kesetrum itu??

Sifat alami listrik adalah selalu mencari jarak terdekat untuk mencapai bumi. Salahsatu contohnya adalah petir yang selalu menyambar tempat-tempat tinggi yang terhubung langsung dengan tanah. Tempat yang lebih tinggi lebih berpotensi tersambar petir karena memudahkan listrik dari petir itu untuk ebih cepat mencapai bumi atau tanah. Nah, kesetrum adalah salahsatu kejadian yang diakibatkan oleh listrik yang ingin mencapai bumi atau tanah dengan cepat. Sebagai contoh ekstrem, ketika kita menyentuhkan tangan kita ke stop kontak (tentu saja orang bodoh yang melakukan ini dengan sengaja, red) maka listrik segera mencari jalur tercepatnya menuju tanah. Perlu kita sadari juga bahwa tubuh kita ini merupakan konduktor yang baik, mengingat 80% tubuh kita terdiri atas cairan. Sehingga, tentu saja tubuh kita yang menjadi penghantar untuk listrik tersebut lebih cepat sampai ke tanah, apabila ada bagian tubuh kita yang memang kontak langsung dengan tanah. Untuk menghindari kesetrum ini, prinsipnya adalah memutus jalur antara listrik ke tanah dengan isolator yang baik pula. Untuk kasus menghindari kesetrum, dapat menggunakan alas kaki atau alas tangan yang terbuat dari karet atau kayu ketika melakukan kotak dengan listrik, dengan catatan alas kaki atau tangan tersebut dalam keadaan kering tentunya. Kalau basah, sama saja cari masalah, karena kemungkinan kesetrum tetap ada.

Kesetrum dapat menimbulkan beberapa cedera ringan sampai berat, seperti:

  • terbakar,
  • kontraksi dan gangguan otot,
  • patah tulang,
  • kerusakan jaringan saraf atau urat,
  • gagal ginjal,
  • gagal paru-paru, dan
  • gagal jantung.

Cedera yang dialami oleh korban kesetrum dipengaruhi oleh hal-hal berikut:

  1. Jenis dan besarnya arus listrik,
  2. Daya tahan tubuh pada titik kontak yang kesetrum listrik, setiap jaringan di tubuh memiliki daya tahan yang berbeda terhadap listrik,
  3. Jalur yang dilalui oleh listrik di tubuh kita, dan
  4. Lama waktu kesetrum.

Hal-hal yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama terhadap korban kesetrum adalah sebagai berikut:

  1. Perhatikan sekeliling korban terlebih dahulu dan hindari kontak. Pastikan terlebih dahulu korban sudah tidak ada kontak dengan sumber listrik,
  2. Jika memungkinkan, padamkan sumber listrik lalu segera jauhkan korban dari sumber listrik,
  3. Jika sumber listrik tidak mungkin dipadamkan, jauhkan korban dari sumber listrik dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak menghantarkan listrik (isolator), misalnya yangterbuat dari platik, kayu, atau bahan isolator lainnya,
  4. Cegah syok yang bisa terjadi terhadap korban dengan cara membaringkan korban dengan posisi telentang dan posisi kaki lebih tinggi dari jantung,
  5. Periksa tanda-tanda kehidupan korban, seperti pernapasan, denyut jantung, atau gerakan. Jika tidak terdeteksi, lakukan pertolongan pernapasan dengan cardiopulmonary resuscitation (CPR),
  6. Panggil paramedik dari unit gawat darurat jika dirasa kita tidak mampu memberikan pertolongan yang memadai,
  7. Berdoa untuk keselamatan korban (hal ini pasti anda lakukan sepanjang melakukan pertolongan jika Anda orang beriman yang tidak bodoh, red).

Arus listrik itu sendiri ada 2 macam, yaitu arus searah dan arus bolak-balik. Berikut penjelasannya:

  1. arus searah atau Direct Current (DC),

    arus searah bisa didapatkan dari sumber listrik seperti baterai atau accumulator. Arus searah maksudnya, elektron bergerak ke satu arah saja pada penghantar, yaitu dari kutub negatif sumber listrik melewati penghantar menuju kutub positif sumber listrik,

  2. arus bolak-balik atau Alternating Current (AC).

    Arus bolak-balik didapatkan atau dibangkitkan melalui pembangkit listrik. Arus bolak-balik pada prinsipnya adalah arus listrik yang timbul karena adanya medan magnet yang berubah atau bergerak di tengah-tengah kumparan kawat penghantar. Di Indonesia umumnya arus listrik AC memiliki frekuensi 50-60 Hz. Frekuensi ini menggambarkan berapa kali dalam satu detik medan magnet bergerak ke satu arah di dalam kumparan kawat penghantar.

Jika kita tidak sengaja kesetrum arus DC, secara reflek arus listrik yang mengalir melalui tubuh membuat otot-otot kita berkontraksi, sehingga menimbulkan gerak reflek menjauhi sumber listrik. Sedangkan untuk arus bolak-balik, prinsipnya adalah semakin besar arus yang mengalir (besar arus listrik berbanding lurus dengan besar tegangan listrik), maka reflek yang diakibatkan oleh listrik adalah kontaraksi otot, sehingga tubuh terpenta dari sumber listrik. Jadi, mana yang lebih berbahaya, kesetrum baterai atau stop kontak? Jawabannya tentu saja stop kontak, karena stop kontak dialiri arus bolak-balik. Lalu, antara tegangan listrik bolak-balik 110 Volt (umumnya di Eropa dan Amerika) dengan 220 Volt ( umumnya di Indonesia), mana yang lebih berbahaya? 110 Volt, dong, karena arus bolak-balik 110 Volt cenderung 'menarik' tubuh ke arah sumber listrik.

Referensi:

  1. MayoClinic (2006): Electrical shock: First aid. [10 Januari 2008]. http://www.mayoclinic.com/health/first-aid-electrical-shock/FA00051
  2. Dhyansanjivani ( - ) : Electrical shock. [10 Januari 2008]. http://www.dhyansanjivani.org/diseases/Electric_shock.asp
  3. Marshall Brain and Robert Lamb (-) : How Electricity Works. [-]. http://science.howstuffworks.com/electricity.htm

Jawaban atau Pertanyaan

Sepenuhnya Aku ingin memelukmu

Mendekap penuh harapan

Mencintaimu

Sepenuhnya Aku akan terus menunggu

Menanti sebuah jawaban

'tuk memilikimu

 
 

Menanti sebuah jawaban. Apakah itu yang sedang Kutunggu sekarang: Jawaban? Padahal Aku tak pernah melempar satupun pertanyaan, mana mungkin Aku akan mendapat satu saja jawaban? Jawaban tentang apa?

 
 

Merindui dirinya di malam-malamKu. Mengagumi pesonanya di hari-hariKu. Mengikuti jejak-jejak hatinnya. Menapaki cerah-ceria dunianya. Kurasa takkan pernah cukup tanpa satu pertanyaan saja; atau --jika itu bukan pertanyaan-- pernyataan.

 
 

Apakah Aku yang selama ini setengah mati kau rindui tapi tak pernah bisa terungkap??

 
 

Mungkin itu akan mencukupkan semuanya.

ARK

People want to change the world, but don't know how to begin.

One simple question: You want to know how do we change the world?

One simple answer: one Act of Random Kindness at a time.


 

If someone prays for patience,

You think God gives them patience?

or does he give them the opportunity to be patient?


 

If they pray for courage,

does God give them courage,

or does he give them opportunities to be courageous?


 

If someone prayed for their family to be closer,

You think God zaps them with warm, fuzzy feelings,

or does he give them opportunities to love each other?


 

[to be concluded ...]

Memori LamaKu

Dari sekian banyak orang yang bisa jatuh ke dalam mimpiKu, lantas kenapa cinta lama itu yang harus datang ke dalamnya dan membuka kembali semua memoriKu tentang dia, tentang Fitri, atau a:f Aku dulu menyebutnya. Apakah Aku diingatkan bahwasanya dalam keadaan apapun, Aku hanya akan selalu kembali kepada cinta yang lama? Cinta lama itu memang terpudarkan oleh waktu, namun tak pernah terlewatkan oleh memori. Waktu selalu saja berkompromi dengan memori untuk menjebakKu di saat yang benar-benar tepat dengan memori tentang cinta lamaKu.

Fitri, Andi Fitriyana Zulkifli nama lengkapnya. Tidak seperti kebanyakan perempuan yang selalu menonjolkan sisi kewanitaan, Fitri lebih terkesan dengan apa yang sering disebut orang dengan tomboy. Tapi tidak seperti itu buatKu, sisi wanitanya masih kental saat Aku lebih dekat mengenalnya, hanya saja Fitri tidak terlalu peduli apakah penampilannya benar-benar 'wanita' atau tidak. Singkat cerita, Aku banyak menulis puisi seputar dirinya. Puisi-puisi yang tercipta hanya karena Aku sering mencuri pandang kecantikannya dari sudut tempat dudukKu di pojok belakang kelas. Awalnya kubiarkan saja puisi-puisi itu menjadi puisi yang tak teraba, puisi yang entah untuk siapa Aku tujukan, puisi yang bisa saja digunakan oleh orang manapun yang sedang jatuh cinta. Indah sekali memang, dan kurasa malam-malamKu sepanjang tahun itu hanya terisi dengan puisi, puisi dan puisi, tak ada hal lain yang lebih berarti. KehidupanKu serasa terinspirasi hanya oleh segala pesona yang Aku dapatkan dari seorang a:f. Well, waktu berjalan dan tentu tak selamanya rahasia dapat terus menjadi rahasia hati. Walhasil, perlahan-lahan Aku mulai berani menuliskan inisialnya di setiap puisiKu. a:f, about: feeling. Begitu dulu seringkali Kusamarkan inisialnya. Tapi bagaimnaun sesuatu yang harus tersingkap pasti akan tersingkap, begitu pula rahasia hati. Fitri tahu tentang bahwa pada akhirnya, puisi itu semua tentang dirinya. Sesuatu yang tak pernah dia sangka akan terjadi, karena selama itu dia memang terus mengagumi puisi-puisiKu. Suatu saat, di saat yan benar tak terduga bagiKu, dia men-skak mat-Ku dengan berkata, "Pasti a:f itu saya toh, Mas??" Ugh!! Seketika Aku hanya bisa diam dan mengangguk. Sesaat kemudian, setelah Aku bisa menguasai diri dan jawabanKu, Aku segera berkata, "Iya. Kamu tahu juga akhirnya."

Well, kesalahan terbesarKu menurut sebagian besar orang, dan MamaKu pun mungkin berpikiran sama, adalah menjaga cinta di hati tetap di hati, menjaga apa yang tak terkatakan tetap menadi rahasia, menjaga apa yang tak tersingkap untuk tetap tertutup rapat. Aku tidak pernah berar-benar mengatakan betapa Aku mencintai Fitri, karena Aku terlalu sombong menganggap bahwa semua puisi itu sudah cukup. Ternyata tidak. Aku juga tidak pernah benar-benar meminangnya menjadi kekasih hatiKu yang akan terus menghaisi hari-hari dan mimpi-mimpiKu. Tidak pernah. Mungkin memang aku yang terlalu pengecut untuk mengatakan satu kalimat cinta tanpa perantara tinta, pena ataupun kertas-kertas. Mulai hari itu, Fitri tak lagi menjadi pengagum yang selalu setia menunggu puisi-puisiKu, karena dia tak lagi penasaran tentang siapa sesungguhnya puisi-puisi itu. Toh semua jawabannya ada di hatinya dan hatiKu, dan di lembar-lembar putih bertorehkan puisi itu. Dia hanya m erindukan puisiKu sesekali dengan bertanya padaKu langsung adakah puisi-puisi baru yang Kubuat. Jujur saja, Akupun jadi tidak terlalu peduli lagi menuliskan semua inspirasi yang bergelimang di kepala, hati dan hari-hariKu ke dalam puisi-puisi. Tapi, ketika semua inspirasi itu mulai mengganggui kepalaKu dan menyesaki batinKu, tetap saja Kugoreskan menjadi bait-bait puisi romansa picisan.

Boleh jadi jika mimpi tadi siang tidak benar-benar menjatuhi kepalaKu, mungkin Aku tidak pernah tersadarkan tentang siapa yang sebenarnya Kucari selama ini. Sedang apa dirinya. Di manakah dirinya. Adakah dia merindukan diriKu. Semua itu menjadi sebatas pertanyaan belaka yang mencuat dari batok kepalaKu karena tersentakkan oleh mimpiKu. Aku jadi ingin bertemu lagi dengan Fitri, menuliskan kembali semua puisi yang selalu bisa Kuciptakan jika Aku ada si sekitarnya. Karena Aku sendiripun selalu sadar, meskipun alam seisinya selalu bisa memberiKu jutaan inspirasi, tapi yang bisa memberikan makna hanyalah puisi-puisi yang terinspirasi oleh Fitri oleh a:f.

Finally Find you

You know what, I've looking for you. By your email, your name, your nickname. You won't believe what I did just to look after you. I wrote your name. Aulia Syavitri, Oliz, Unibraw, brawijaya, and anything I thought would lead me to you, but I still can't find you. Trust me, I did all those. Well I did surrender. It'd been so hard to find You.

But tonight, my I can't believe what gmail account told me: Aulia Syavitri added you as a friend in facebook. I said, "Wow!!" And I cant stand to confirm it but my bandwith worked slowly, didn't want to compromise with my heartbeat. I've been missing you fifty six thousand years, you know. And then you came in the right time and make me so sure that You're there. You're always there. Right??

Well, let's start it again to tell each other stories. Joys, angers, tears, laugh, smiles, anything we can share, anything we can tell each other.