Kunang-kunang telah henti berpendar,

Jengkrik pun tak hendak berkoar-koar,

Hanya ada embun yang menetes dengan sunyi,

Kabut yang menyeruak dengan senyap,

Kicau perkutut pagi membagi salam:

slm'lykum,

Hujan pagi ini semoga menyemangati langkah pertamamu!!

Kujanjikan cinta di ujung semua senyuman yang kubagi padamu sebagai sebagai remah-remah kehidupan!!

Bangunkan matamu,

Coba cium aroma pagi,

Hitungi satu-satu bintang yang beranjak pamit kepada fajar,

Berapa banyak cinta yang tumbuh di sepagi ini,

Coba cacahlah dulu,

Apa cukup untuk tersenyum pada belianya fajar,

Kemudian berujar: slm'lykum,

Jika cukup cinta-cinta yang mekar di hatimu,

Coba bagikanKu sedikit saja salam-sapamu.

Aku merinduimu di setengah malamKu,

Karena Aku menginginimu di setengah hariKu.

Lihat mataKu,

tatap dalam,

temukan yang ingin Kukatakan padamu,

di situ.

Cinta akan selalu tahu

yang tersirat di laku

yang terpancar di mata

yang terpijar dari qolbu.

Tak lagi mendebarkan jantung

tak lagi menderaskan nadi

tak lagi mencucurkan keringat

tak lagi...

ada...

sedikit...

pun...