Hari-Hari

Aku mengingat hari-hari hujan tanpa debu.

Hari-hari tetes-tetes air menebar dingin menusuki sendi-sendi hati.

Apatah Dayaku

Kehidupan telah banyak berubah sejak terakhir kali Aku masih mengenalinya. Tertawa. Berlari. Berpikir. Bingung. Marah. Senang. Menangis. Berbagi. Peduli. Apapun lagi.

Sekarang AKu tak mengenalinya lagi. Kadang menyajikanku gundah dan galau. Jarang menawarkanku senang dan canda. Lebih sering menjejakkan kaki takdir dengan sepatu larasnya untuk menjejalkan kehendak langit padaku.

Apatah dayaku.

Aku hanya bisa mengenangi kehidupan dengan wajah danpesonanya yang dulu. Lantas dengan enggan dan terpaksa, Kujalani dan kupaksa berteman dengan kehidupan yang kini menyeringai tajam dan tersenyum sinis padaku.

Personality of Me

Here are my Brainbench Personality Assessment Results.

PERSONALITY EVALUATION:

My Social Boldness: Introverted VS Extraverted
————————————————————
I am quite introverted.
Socially, I prefer a more relaxed, low-key environment, rather than the hustle and bustle of a wild night in the city.
I tend not to talk a lot, but when I do people listen, because when I say something it has meaning.
I am not seeking the limelight, usually I prefer to let the attention-mongers do their thing while you observe.
In an unfamiliar setting, I tend to be cautious and shy while you evaluate the circumstances.
I prefer to avoid conflict, so you do not put myself into a threatening situation.
My shyness may be perceived as unfriendly, but that could not be further from the truth.
People need to be patient with me and take the time to get to know the complex, private me.

My Agreeableness: Candid VS Considerate
————————————————————
I am slightly candid.
Social harmony is important to me, as is evidenced by my cooperative, generous, and helpful nature.
If someone asks me what I want to do, I may reply, “whatever you want”.
That is not because I am indecisive, rather you genuinely want the other person to be happy, and so whatever they want to do is fine with me.
In general, I am straightforward and sincere with others, which makes me very likeable.
People always know where I stand.
I regard others positively - I trust people and feel they are honest, so I have no problem responding in kind.
No one will accuse me of being arrogant.
My self-esteem is just fine, but I do not think I am better than anyone else.
My desire to help others is seen in your altruistic nature.
I enjoy helping others and I do not expect anything in return.

My Self-Control: Impulsive VS Cautious
————————————————————
I am moderately impulsive.
At times I can be impulsive, but not to the point where I am jeopardizing work or relationships.
I know when to follow rules, but I also know when to bend rules that are not set in stone.
If my home or work space gets a little messy, I do not get upset or feel compelled to tidy up.
I do not have to have perfect order in my life to feel good about myself or my environment.
I tend to be more on the fun side of spontaneity, and enjoy being flexible with my plans and my life.
In general, I prefer to make short-term goals rather than long-term goals.

My Anxiety Level: Excitable VS Relaxed
————————————————————
I am slightly excitable.
I have the ability to cope just fine in stressful situations.
I feel the stress and frustration in pressure-filled situations, but I am able to overcome any negative feelings.
I tend to worry slightly, but not enough to interfere with my activities.
If I am experiencing a tough time in my life, I am able to stave off feelings of depression.
I am able to think clearly and realistically in difficult circumstances, so that I can devise a sensible solution.
Sometimes I be impatient, other times I can be relaxed - it just depends on the circumstance and how much I can control it. People are not afraid that I will lose my temper.
I am able to manage my emotions when necessary.
When I do become angry, it is only because something is out of my power.

My Openness to Change: Practical VS Imaginative
————————————————————
I am slightly practical.
It is apparent to those who meet me that I am well educated.
I am able to speak on a complex level to one audience, but adjust to a more basic level for another.
I am bright and capable of thinking logically.
On one hand I am down-to-earth and traditional, while on the other hand I am creative and imaginative.
Sometimes I feel more comfortable with familiarity and routine in my life, other times new and novel experiences are more enjoyable.
I am not afraid to try new things.
I tend to like to do a variety of different activities, so you do not grow bored.

The way you Think/Reason: Concrete VS Abstract
————————————————————
I am moderately concrete in your thinking.
My intellectual style is related to superior job performance when working with the public.
One reason for this is that I often prefer dealing with people or things rather than ideas.

Akankah Bahagia Ini Tak Berakhir,….

Sesuatu,…. Menegaskan keraguanku. Keraguan atas segala rindu yang menyerang, mersdsng di sulbi. Keraguan akankah suatu saat setelah ini Aku bisa bebaskan diriku sendiri dari ini. Selamanya,…. Aku bahkan tak bisa mematahkan kata-kataku sendiri. Aku tak bisa membacai benakku sendiri. Aku tak bisa menahan getaran ini sendiri. Ahh!! Terasa semakin meraja di hatiku, di mataku di hari-hariku. Kalau bisa senyumitu Kumesiumkan; kalau bisa cinta terus menerus musim semi; kalau bisa pesona itu Kujadikan noor di mataku; kalau bisa untukku, akankah itu kebahagiaanku yang tak pernah berakhir?? Entahlah ya,….

Dikhianati Batinku Sendiri

Aku mendendam pada batinku sendiri yang mengkhianatiku. Batinku bilang Aku cinta. Batinku bilang Aku akan masih bisa mencintainya seribu kehidupan lagi. Batinku bilang dia yang terbingkai dalam frame hatiku saat ini dan selamanya. Batinku bilang, "Sudahlah, tak ada yang lain lagi. Dialah!!" Batinku bilang Aku akan bisa mencintai lebih baik lagi seribu kehidupan lagi. Batinku bilang, "Ya, cintai saja dia. Dialah!!"

Tapi hari ini batinku mengkhianatiku. Sembunyi di balik batu-batu penyesalan yang tinggi tegak. Menghilang di balik bayang-bayang keraguan yang menghitam. Saat hatiku membusuk merawati cinta, batinku meninggalkannya dikerubungi lalat-lalat kebimbangan. Saat hatiku merapuh menopangi cinta, batinku melipat tangannya ke belakang, melepas kehendaknya dari diriku. Melepas batinku dariku. Aku dikhianati.

Hingga hari ini Aku akan selalu meradang. Semua cinta yang pernah tertoreh tak pernah ada sedikitpun. Itu nyatanya. itu kenyataan. Itu adanya. Itulah. Jadi jika besok Aku akan terus menusuki batinku dengan pisau-pisau dendam, menyayatinya, atau mengiris dan mengoyaknya, jangan salahkan Aku.

Aku dikhianati batinku sendiri, dan kini 'ku meradang!!

Bukan, yang Menyiksaku, Ini Semua

Bukan, yang menyiksaku, adalah dingin malam yang menyergap. Atau sepi sendiri yang dibawa oleh gelap. Pun pekat mendung tak merundungku oleh duka. Apatah lagi sekedar air yang terus menghujani bumi.

Bukan, yang menyiksaku, adalah terik panas matahari. Atau bayang-bayang pekat yang menghantu. Pun matahari tepat di atas kepalaku, Aku masih terus tegak berdiri. Apatah lagi sekedar angin gurun yang menerpaku.

Yang menyiksaku adalah cinta. Aku pun masih terus merenung, apa benar cinta seperti ini; apa benar ini cinta. Jangan-jangan Aku dikhianati pikiran dan hatiku sendiri. Menyangka ini cinta, ternyata sekedar kesendirian yang terabaikan; kejumudan yang tak terjamah. Jika benar, ini cinta, maka aku bodoh karena membiarkan cinta menyiksa-nyiksaku. Jika salah, ini bukan cinta, maka lebih bodoh lagi Aku karena telah dibohongi hati dan pikiranku sendiri; tenggelam di dan meminum samudera imajiku sendiri.

Keterjebakanku

Aku berlomba dengan menuanya malam untuk memejamkan mataku. Tertidur lelap. Seakan berkejaran dengan pagi yang siap menjemput, Aku merangsang mataku untuk segera terpejam. Jangan sampai fajar menangkap basahku masih belum sedikitpun tertidur. Bayangkan, malam tinggal sepertiga bagian lagi tapi mataku belum lelah menjelajahi dunia. Padahal sekujur imajiku sudah tak sabar untuk mencumbu mimpi-mimpi. Menjamah tanah-tanah imaji yang nikmat dalam balutan lelap. Merasai mimpi-mimpi sesaat yangmembahagiakanku. Melupakan dunia untuk beberapa jenak.

Hanya berteman kotak musik setengah rusak yang terus kuganti-ganti salurannya. Bahkan radio-radio di sana pun sudah lelah dan terlelap. Aku?? Masih sibuk mengurai malam. Masih sibuk menggulingkan badan, ke kiri dan ke kanan. Menatap ke langit-langit tapi tak mendapat iapa-apa. Aku hanya berteman dingin dan nada dari kotak musik setengah bagus yangmasih setia menggemakan suara apapun yang ada, bahkan walau hanya dengungan tanda semua nada telah terlelap. Nguuuu.....ngngngngngngngng.....

Lembar-lembar buku yang Kubaca pun tak sedikitpun melelahkanku. Aku heran. Apa malam bagiku adalah pagi dan siang? Dan sebaliknya??

Atau,... (ini yang paling Aku sebalkan) Aku masih terjebak dalam jaring-jaring halus khayalan yang menangkapku dan menyatukanku dengan namanya. *, *, * dan *. Kenapa bukan huruf-huruf lain? Apatah nama itu telah melekati hatiku, pikirku dan imajiku? ****,... qok bisa sih Aku dijebak dalam jaring-jaring ini? Sebenarnya siapa yang menjebak dan siapa yang terjebak? Ataukah Aku hanya sendiri dalam semua keterjebakan ini? Dalam semua khayalan ini? Ketersiksaan ini? Ini!!