Jika diketahui ;
Dan ;
Kemudian diinginkan dengan
Maka
Sehingga
if can not, just give me LITTLE WONDERS then
Go placidly amid the noise and haste,
And remember what peace there may be in silence.
As far as possible without surrender be on good terms with all persons.
Speak your truth quietly and clearly; and listen to others,
Even the dull and ignorant; they too have their story.
Avoid loud and aggressive persons,
They are vexatious to the spirit.
If you compare yourself with others, you mau become vain and bitter;
For always there wil be greater and lesse persons than yourself.
Enjoy your achievements as well as your plans.
Keep interested in your own career, however humble;
It is a real possession in the cahnging fortunes of time.
Exercise caution in your business affairs;
For the world is full of trickery.
But let this not blind you to what virtue there is;
Many persons strive for high ideals;
And everywhere life is full of heroism.
Be yourself. Especially do not feign affection.
Neither be cynical about love;
For in the face of all aridity and disenchantment
It is perennial as the grass
Take kindly the counsel of years,
Gracefully surrendering the things of youth.
Nurture the strength of spirit to shield you in sudden misfortune,
But do not distress yourself with imaginings.
Many fears are born of fatigue and loneliness.
Beyond a wholesome discipline, be gentle with yourself.
You are a child of the universe,
No less than the trees and the stars;
You have a right to be here.
And whether or not it is clear to you,
No doubt the universe is unfolding as it should.
Therefore be at peace with God,
Whatever you conceive God to be,
And hatever your labors and aspirations,
In the noisy confusion of life keep peace with your soul.
With all its sham, drudgery and broken dreams,
It is still a beautiful world.
Be careful. Strive to be happy.
(from a manuscript found in Old Saint Paul's Church, Baltimore, dated 1962)
*rewritten from book A Theory of Almost Everything by Robert Barry
Aku enggak milih untuk benci kamu, enggak ada itu sama sekali. yang ada, kamu yang terus-terusan benci, maki-maki dan sepelekan aku. artinya,, kalau kamu merasakan enggak enak, itu jalan yang kamu pilih. dan yang bisa mengubah ya kamu sendiri. toh kamu lihat selama ini aku begini-begini aja mau kamu apain juga. introspeksi dulu lah,, baru ajak ketemu lagi.
Satuan Koordinasi Pelaksana
Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pasca-Gempa Jawa Barat
Bismillah,
2 September 2009 ... Gempa 7,3 pada Skala Richter yang berpusat di 142 kilometer sebelah barat daya Tasikmalaya mengguncang Jawa Barat. Semoga tidak pudar di ingatan teman-teman tangisan saudara-saudara kita yang kehilangan anggota keluarga, yang kehilangan tempat berteduh, kehilangan sanak famili. Sudah lebih dua bulan berlalu sejak gempa tersebut. Masyarakat Jawa Barat mulai bangkit lagi. Rumah-rumah mulai dibangun lagi, keluarga yang telah wafat pun telah diikhlaskan. Namun, nyatanya mereka tidak mampu bangkit sendiri seutuhnya. Uluran tangan dan bantuan masih mereka harapakan. Menyikapi kondisi seperti ini, Satuan Koordinasi Pelaksana (SATKORLAK) Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pasca-Gempa Jawa Barat KM ITB menggugah nurani teman-teman untuk kembali menebar kepedulian, membuka hati, dan mengulurkan tangan kepada saudara-saudara kita melalui program-program yang telah dirancang.
1. Program SEKOLAH BANGKIT (SB)
Adalah program pendampingan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Desa Margamulya, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung Barat. Pendampingan dilakukan untuk mengenalkan kepada para siswa suatu cara belajar, permainan tradisional, pengetahuan maupun eksperimen yang menyenangkan yang bisa diterapkan dimana saja secara mandiri oleh para siswa. Program ini terbuka untuk umum,, tidak terbatas angkatan maupun massa himpunan ataupun unit.
Program SEKOLAH BANGKIT akan dilaksanakan berkoordinasi dengan teman-teman dari Forum Kakak Asuh KM ITB dan Rumah Belajar. Pelaksanaan program adalah pada tanggal 14, 21, 28 november dan 5 Desember 2009. Setiap kali pelaksanaan program, diperkirakan akan ada 400-500 adik-adik yang akan kita tangani. Pendaftaran sebagai fasilitator pada program ini bisa dilakukan perseorangan maupun kolektif di himpunan atau unit masing-masing atau langsung menghubungi tim SATKORLAK RRPG Jabar di nomor kontak yang akan diberikan di bawah.
cara pendaftaran perseorangan:
via email: kirim email kosong ke ian.achmadjanuar@hotmail.com dg subjek: SB_nim_namalengkap_jurusan/fakultas_tanggalprogram_nomorHP (SB_18899000_iansesuatu_fti_05_085222111000)
via sms: kirim sms ke 085222088830 dengan isi: SB_nim_namalengkap_jurusan/fakultas_tanggalprogram_nomorHP (SB_18899000_iansesuatu_fti_05_085222111000)
via langsung: daftar di posko bersama SATKORLAK SUMBAR dan JABAR, Campus Center Barat Ruang 27
2. Program MOBILE CLINIC (MC)
Adalah program pelayanan kesehatan kepada masyarakat korban gempa dengan memberikan penanganan medis maupun psikologis. Sasaran masyarakat adalah Desa Margamulya, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung Barat. Program ini terbuka untuk umum,, tidak terbatas angkatan maupun massa himpunan ataupun unit. Pendaftaran sebagai fasilitator atau relawan pada program ini bisa dilakukan perseorangan maupun kolektif di himpunan atau unit masing-masing atau langsung menghubungi tim SATKORLAK RRPG Jabar di nomor kontak yang akan diberikan di bawah.
cara pendaftaran perseorangan:
via email: kirim email kosong ke ian.achmadjanuar@hotmail.com dg subjek: MC_nim_namalengkap_jurusan/fakultas_nomorHP (MC_18899000_iansesuatu_fti_085222111000)
via sms: kirim sms ke 085222088830 dengan isi: MC_nim_namalengkap_jurusan/fakultas_nomorHP (MC_18899000_iansesuatu_fti_085222111000)
via langsung: daftar di posko bersama SATKORLAK SUMBAR dan JABAR, Campus Center Barat Ruang 27
Demikian info singkat dari kami, tim SATKORLAK RRPG Jawa Barat. Dan adalah menjadi harapan masyarakat agar temen-teman mahasiswa turut turun memberikan empati dan berbagi kebahagiaan dengan mereka.
Hormat Kami,,,
Satuan Koordinasi Pelaksana
Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pasca-Gempa Jawa Barat
contact person: Ian Achmad Januar (+6285222088830) (ian.achmadjanuar@hotmail.com) (ian.achmadjanuar@yahoo.com)
Tapi percayakan hatimu padaku
Bila kau inginkan aku akan selalu menjaganya
Percayakan aku untuk jadi bingkai hatimu
(Lyla - Percayakan)
Pertanyaan besarnya adalah, ketika kepercayaan itu datang (lagi) apatah aku bisa menjaga hatimu (sekali lagi, dan) selamanya? Aku pernah dapatkan kepercayaan itu, tapi yang terjadi adalah aku gak pernah bisa jadi lelaki yang menyayangimu dengan baik. Aku terlalu egois untuk menyayangimu dengan cara yang aku bisa saja, tanpa mau mengerti apa yang kamu suka dan gak suka. Ketika semuanya sudah benar-benar terlambat, barulah hatiku lebih terbuka dan mengerti bagaimana menyayangimu sebenarny dan seharusnya. Tapi sekali lagi, sudah terlambat. Kesempatan yang pernah kuciptakan dan sempat kujalani sudah berlalu kini. Gak ada lagi kamu di sampingku. Gak ada lagi kamu di duniaku. Gak ada lagi wanita yang membuat aku ngerasa di dunia ini aku gak sendiri. Gak ada lagi wanita yang bisa aku serahkan seluruh duniaku untuknya. Gak ada lagi semua itu, karena satu kesemptan yang pernah kudapat gak kujalani dengan baik, bahkan kusia-siakan dengan gak membuka hatiku untuk bisa lebih ngertiin kamu.
Sekarang, ketika kamu bilang aku gak lagi pantas untuk kamu dan aku putuskan untuk melepaskan kamu, bahkan dari sisi-sisi kehidupanku, aku malah mencari-cari kamu setengah mati. Aku malah baru ngerti apa yang kamu butuhkan dan apa yang kamu inginkan. Apa yang kamu suka dan apa yang kamu gak suka. Dan aku malah terus berputar-putar di pusaran yang aku buat sendiri karena aku sebenarnya gapernah benar-benara ingin melepaskan kamu. Di satu sisi, aku kecewa karena ternyata aku gabisa pantas buat kamu, oleh karena itu aku ingin lari. Di sisi lain, aku terjebak dalam ketakutanku sendiri yang berlebihan. Ketakutan bahwa aku terus ada di sisi kehidupanmu dan kamu pun terus ada di sisi kehidupanku, tapi aku gapernah bisa membantu kamu mewujudkan impian-impian kamu. Aku tahu setiap impianmu. Banyak kali kamu ceritakan ke aku, dan lebih banyak lagi waktu yang kugunakan untuk memikirkan apa aku bisa memenuhinya buat kamu. Itu ketakutanku. Mungkin naif dan berlebihan, tapi itu penting buatku, sebagaimana setiap impianmu itu juga penting untuk kamu wujudkan.
Pernah aku bicara tentang apa yang kurasakan ini ke sahabatku, kenapa aku masih belum bisa sepenuhnya melepaskan kamu dari hati dan kepalaku? Sahabatku bilang, "mungkin karena dia yang pertama buat kamu, Yan." Sempat lama kupikirkan apa yang sahabatku katakan itu, dan hasilnya aku berpikir, mungkin ada benarnya, tapi aku gak sepenuhnya yakin. Lalu kutelusuri setiap kisah yang sudah aku jalani bersama kamu, ternyata gak banyak hal yan kulakukan yang bisa buat kamu ngerasa aku sayang. Aku, seperti katamu, terus mengumbar janji tanpa bisa membuktikannya. Dan aku, setiap kali kamu bilang itu, selalu mengaku kalau aku memang lemah, dan semua berujung hanya dengan kata maaf.
Yaahh,, memang banyak tuntutan yang kamu minta ke aku yan belum aku penuhi. Mungkin hal-hal yang sederhana, tapi tetap saja aku gabisa memenuhi tuntutan kamu. Mungkin aku yang egois, mungkin aku yang gapunya motivasi, mungkin aku yang malas, mungkin aku yang kebanyakan alasan, yang jelas, buat kamu tanpa aku bisa penuhi tuntutan kamu, berarti aku belum bisa tunjukkan sayang ke kamu.
Hari ini, sekian hari setelah emailku yang mungkin terasa kasar buat kamu. Kamu minta aku untuk jelaskan semua yan ada di hati dan kepalaku. Semua alasan yang udah buat aku bertindak seperti ini ke kamu. Aku entah sudah siap atau belum mengatakan semua hal di atas, semua hal yang menyebabkan aku memutuskan untuk menghilang saja secepatnya dari kehidupan kamu. Tapi, ketika kamu bilang sudah siap untuk dengarkan, maka saat itu juga aku harus siapkan diriku untuk mengatakan setiap alasanku dengan jelas, tanpa ada yang tertinggal.
Aku lebih memilih untuk mengatakannya di depan kamu langsung sebenarnya, ketemu langsung sama kamu. Walaupun nantinya aku akan lebih sulit mengeluarkan setiap kata-kata yang tela kusususn, karena ada kamu di depanku, tak apa buatku. Karena dengan kamu di hadapanku, aku yakin kamu benar-benar mendengarkanku atau benar-benar gak mendengarkanku. Entah kamu malas atau takut akan sesuatu, sehingga kamu milih untuk aku telpon aja, aku hormati pilihan kamu. Aku hanya berharap dua hal:
Semoga, Ratih sayang. Semoga.
(to be continued)
Malam takbiran Idul Fitri 1430 H. Berarti itu hampir 200 hari bersama Ratih, 198 hari tepatnya. Begitu banyak hal yang terjadi, dan lebih banyak hal yang tidak menyenangkan kurasa. Gak ada lagi kecocokan seperti dulu sebelum aku dan Ratih terikat satu sama lain. Aku jadi begitu banyak berpikir tentanga apa yang sudah kulakukanke Ratih, kompromi apa saja yang sudah kulakukan di kehidupanku sendiri untuk bisa tunjukkan ke Ratih betapa aku memang sangat sayang ke dia. Malam takbiran ini kurasa kesempatan yang benar-benar pas untuk merenungkan semuanya. Idul Fitri berarti memulai sebuah kehidupan baru yang memperbaikai hal-hal yang sudah kita lakukan di masa lalu, menebus setiap titik dosa di kehidupan kita dengan lebih banyak kebaikan. Dan malam takbiran ini kuraih seraup waktu untuk diriku sendiri, cukup banyak waktu malah, untuk memikirkan kelanjutan kehidupanku dan Ratih.
==============================
Aku Lepas Kamu yaa....
From: | Ian Achmad Januar (ian.achmadjanuar@*.com) |
Sent: | Sunday, September 20, 2009 2: 59 AM |
To: | Ratih (*@*.com) |
Ratih sayang,,
sepertinya aku memang selamanya bukan untuk kamu, sayang. aku boleh aja pernah janji untuk sayang kamu selamanya; atau boleh jadi aku pernah berniat perjuangkan kamu di kehidupanku. tapi aku tahu bukan itu yang kita butuhkan.
Dari awal, mungkin kita adalah kesalahan. salah, karena memang aku diakdirkan untuk mengisi sepenggal waktu aja di kehiduanmu, tapi kamu mengikat aku untuk tinggal lebih lama. maka yang selanjutnya terjadi adalah kesalahan.
bulan maret itu, februari mungkin tepatnya, kamu mungkin butuh seseorang untuk tempatmu bercerita. orang yang bisa dengan sabar mendengarkan semua cerita kamu, semua keluh kesah kamu. dan Allah ngirim aku untuk ada di situ, untuk ada buat kamu waktu itu. aku, dan bukan orang lain. waktu berjalan mbuat kita makin dekat kan. aku jadi sering nganter kamu ke lab, bahkan sampai bermalam nungguin kamu. sering anter-jemput kamu ke dan dari rapat di kampus. aku seneng lakukan semua itu. aku seneng bisa jadi lelaki yang pernah berarti n berguna di kehidupanmu. meski itu hanya sepenggal waktu.
lalu waktu kamu tanyakan kelangsungan hubungan kita, aku ragu apakah ini yang benar-benar kita butuhkan? iya bener, kita memang sedang dekat n cocok waktu itu, saling ngisi. iya bener, aku memang sedang butuh cewek yang bisa ngisi hari-hariku, jadi motivasiku. and it was you, sayang. di lain sisi mungkin kamu manfaatin aku untuk rebound dari mantan kamu yang ngajak kamu makan n nonton, tapi kamu males. tapi pertanyaanku tetap, apa ini yang benar-benar kita butuhkan? butuh lho, bukan ingin.
akhirnya aku putuskan untuk menjawab, "iya, aku bersedia jadi pacarmu", dan ternyata itu adalah kesalahan. gak pernah ada kecocokan lagi kan setalah itu. aku gak pernah bener ngejagain kamu, kamu jadi risih. kita beda prinsip, dan itu sulit kita komunikasikan. lalu aku coba bertahan, berharap ada titik cerah, tapi itu juga kesalahan buat kita karena ternyata gak ada yang bisa dipertahankan. aku naif. aku khilaf. dan aku egois, itu yang paling dominan. i was blinded. dan baru malam ini, di sela-sela takbir yang masih menggema dari masjid-masjid di luar sana, aku sadar bahwa kita adalah kesalahan. aku dan kamu hanya saling membutuhkan di bulan februari itu saja, di sepenggal waktu yang itu aja, gak boleh lebih, n gak seharusnya lebih. aret, april, mei, juni, juli, adalah kesalahan yang mendewasakan kita. we both have been mistaken.
sekarang, aku bisa lepaskan kamu dari kehidupanku dengan lapang n lega, dengan sangat bersyukur malah, karena mataku dan hatiku udah lebih terbuka. moga kamu bahagia ya, Ratih sayang. I Love You So Mmuaaach. Still.
==============================
Seperti ini email yang malam itu dengan sangat terpaksa aku kirimkan. Berat banget buatku sendiri sebenarnya, melepaskan wanita yang sebenarnya gak bisa aku gantikan dengan siapapun, tapi itu sudah menjadi keputusan yang harus aku jalani, aku dan ratih jalani.
Ternyata, apa yang kulakukan membebani pikiranku sendiri. Menyiksa diriku sendiri, karena aku sadar aku melepaskan seorang yang sudah aku cintai sampai sumsum tulangku. Berlebihan mungkin, tapi ini yang terjadi, karena banyak hal tentang Ratih gak benar-benar hilang dari pikiran dan hatiku.
(to be continued)
Dan sesadarnya, aku terjebak di tengah-tengah kisahmu. Aku tak mau lari lagi dari semua kisahmu. Ingin jadi sebagian dari ceritamu. Ingin jadi mentari di fajarmu. Menjadi bintang di senjamu. Ingin jadi mimpi dilelapm. Jadi air di hujanmu. Jadi awan di terikmu. Ingin jadi memori di langkahmu. Ingin jadi semua. Ingin jadi apa saja, asalkan ada di kisahmu.
Seperti lantun yang kudengar, "Apapun yang terjadi.. Akan kujalani.. Akan kuhadapi.. Dengan segenap hati.. Walau ku terluka.. Memang ku terluka.. Tak akan kulari dari semua ini."
Tuk tiap senyuman yang tersimpul indah,
Tuk tiap warna mata yang mengguratkan makna,
Tuk tiap nada yang terlantun merdu,
Aku mengagumimu….
n_n
Jika pernah mencoba mengagumi langit,
Jika pernah mencoba memaknai bintang-bintang,
Jika pernah berbagi cerita pada awan-awan,
Maka kumaknai dirimu…
Seperti birunya langit yang senantiasa menyejukkanmu,
Seperti pendar bintang yang senantiasa menerangi,
Seperti putih dan lembut awan yang senantiasa menghiasi,
Moga Aku tak henti mengagumi.
Jika ada yang kagumi sesimpul senyummu,
Jika ada yang kagumi setitik putihmu,
Jika ada yang kagumi sebentuk cantikmu,
Maka endarkan terus ceriamu,
Karena akan ada saja yang menunggu,
n_n
Apa alasan untuk tetap bertahan? Rasanya aku sendiri pun gak benar-benar tahu jawaban yang paling pas untuk membuatmu yakin agar mau tetap bertahan bersamaku. Jika jawabanku adalah karena kamu cantik, berarti suatu saat akan ada saat di mana aku tidak lagi bertahan karena kamu menua dan menjadi keriput. Berarti jawaban ini gak bisa diterima. Jika kujawab kecocokan, rasanya kamu juga belum sepenuhnya cocok dan nyaman denganku, bahkan mungkin kamu lebih memilih dia yang dulu pernah bersamamu. Aku rasa jawaban itu pun gak akan meyakinkanmu. Lalu jika kujawab cinta, aku gak benar-benar tahu apa reaksimu. Karena aku pun gak bisa jawab pertanyaan kenapa aku begitu mencintaimu, sampai-sampai aku gigih mempertahankanmu. Love is indiscribable, and when I won't find the reason why I love you so much. Lalu apakah jawabannya cinta?? Entahlah.
Namun ketika pertanyaan lain yang muncul, apa alasan kita sebaiknya pisah saja dan jalani hidup masing-masing?, banyak sekali jawaban yang bisa kamu lemparkan padaku untuk membuat pertanyaan itu menjadi masuk di akal. Mulai dari keegoisanku yang menurutmu aku terlalu mengatur dan posesif terhadapmu, sifatku yang kadangkala mengabaikan perasaanmu, tingkahku yang mungkin masih sesekali melukaimu, perkataanku yang bagimu mungkin hanya kata-kata gombal yang gak bermakna, dan banyak lagi alasan lainnya. Anehnya, semua alasan itu benar, dan memang masuk akal.
Lalu aku merenungi sekali lagi, jawaban apa yang harus kuberikan atas pertanyaan apa alasan untuk tetap bertahan? Ternyata aku sampai pada sebuah kesimpulan bahwa manusia gak punya semua jawaban atas setiap pertanyaan, begitupun aku dan kamu. Mungkin jawaban terbaik adalah karena aku mau menemukan alasan yang paling tepat kenapa aku harus bertahan bersamamu selamanya.
Kuharap itu menjawab. Aku masih berharap kamu gak ingin lepas dari aku.
Aku lelaki yang tersinggung, karena di tengah usahaku untuk berubah, kamu seakan menyerah.
<object type="application/x-shockwave-flash" data="http://widgets.metrolyrics.com/o/4863f9db65722668/4a2f653a32e5f70b/48b897b047e79996/45ecc826/-cpid/af78d258a9c3a044" id="W4863f9db657226684a2f653a32e5f70b" width="180" height="236"><param name="movie" value="http://widgets.metrolyrics.com/o/4863f9db65722668/4a2f653a32e5f70b/48b897b047e79996/45ecc826/-cpid/af78d258a9c3a044" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="allowNetworking" value="all" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /></object><br /> <br /><a href="http://www.metrolyrics.com/">Lyrics</a> | <a href="http://www.metrolyrics.com/the-corrs-lyrics.html">The Corrs Lyrics</a> | <a href="http://www.metrolyrics.com/the-hardest-day-lyrics-the-corrs.html">The Hardest Day Lyrics</a></embed>
<object width="445" height="364"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xo0MQcPmlO4&hl=en&fs=1&color1=0x234900&color2=0x4e9e00&border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/xo0MQcPmlO4&hl=en&fs=1&color1=0x234900&color2=0x4e9e00&border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"></embed></object>
I don't know you
But I want you
All the more for that
Words fall through me
And always fool me
And I can't react
And games that never amount
To more than they're meant
Will play themselves out
Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice you have a choice
You've made it now
<object width="445" height="364"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/CoSL_qayMCc&hl=en&fs=1&color1=0xe1600f&color2=0xfebd01&border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/CoSL_qayMCc&hl=en&fs=1&color1=0xe1600f&color2=0xfebd01&border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"></embed></object>
Falling slowly, eyes that know me
And I can't go back
Moods that take me and erase me
And I'm painted black
You have suffered enough
And warred with yourself
It's time that you won
Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice you had a choice
You've made it now
Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice you had a choice
You've made it now
Falling slowly sing your melody
I'll sing along
Tiga bulan pertama in benar-benar luar biasa. Banyak hal yang kamu ajarkan ke aku, walaupun gak semuanya aku tangkap dengan baik. Mudah-mudahan waktuku selama dua bulan ini benar-benar bisa mengubah aku seperti yang kamu harapkan, lelaki biasa dengan kelemahan dan kelebihan yang biasa-biasa saja. Aku ingat pesan singkatmu yang ini:
Aku mau dilindungin ma kamu
Aku mau dimanjain ma kamu
Aku mau ma kamu
Aku mau punya cita-cita ma kamu
Aku mau disayang ma kamu
Aku benar-benar mau penuhi semua yang kamu harapkan dari aku dengan mengucapkan ke kamu langsung dengan sepebuh hatiku:
Aku bisa nerima kamu apa adanya
Aku mau hidup ma kamu buat ke depannya
Aku akan ngjari kamu banyak hal
Aku akan jadi imam dunia-akhirat buat kamu
Aku bisa menafkahimu lahir batin
Aku yang akan bertanggungjawab ma kamu
Sketsa 3
Ini sketsa kehidupan yang ironi. Sayangnya momen ini tadi tak bisa kuabadikan dengan kamera atau media lainnya sehingga tak bisa kalian rasakan ironi yang kurasakan secara menyeluruh. Ini ironi tentang kehidupan jalanan. Sepulang dari memastikan bahwa kekasihku tidak bersedia pulang denganku setelah terlebih dulu mengecek ke dalam kampus , aku pulang seperti biasa: jalan kaki melewati simpang Dago. Sesaat di persimpangan aku perhatikan sekumpulan, sekitar enam atau tujuh, muda-mudi berdiri dan membuat keributan di trotoar tengah pembatas jalan. Aku sangka hanya anak muda yang mencoba menyeberang, tapi ternyata setelah aku perhatikan gitar yang salah seorang pemuda bawa dan tingkah mereka, aku yakin mereka sedang mengamen. Biasanya anak-anak muda seperti ini adalah mahasiswa yang mengamen di perempatan untuk mengumpulkan pendanaan kegiatan. Ironi yang kulihat adalah; sekita lima meter dari remaja-remaja berpakaian serba-bagus dan serba-pantas itu, nampak seorang bapak tunanetra yang mengemis dengan dibantu seorang putrinya yang kuduga berumur belum sepuluh tahun dan keduanya berpakaian lusuh. Bukan cara berpakaian mereka yang perlu kita renungi, tapi lebih kepada perilaku pengendara terhadap kedua kelompok orang ini. Untuk kalian yang pernah mengusahakan pendanaan kegiatan dengan cara mengamen, harusnya sadar betapa jomplang ironi yang terjadi. Aku duga remaja-remaja tadi, dengan bermodalkan status mahasiswa, mendapatkan lebih banyak uang dalam satu malam dari pengendara mobil dan motor ketimbang uang yang didaptkan pengemis itu dalam sehari, seminggu atau bahkan sebulan. Ironi bukan? Para pengendara itu memberikan sumbangan, santuan, bantuan, atau apapun lah namany dengan memandang status sosial seseorang. Pengemis dipandang sinis dan sebelah mata, bahkan lebih banyak ditepis dengan alasan menjadi beban masyarakat saja dan jadi kebiasaan mengemis terus kalau diberi uang, sedangkan mahasiswa tadi dipandang sebagai orang yang layak 'disantuni' lebih banyak karena mahasiswa itu mau bermalu-malu mengamen di perempatan jalan demi jalannya kegiatan mereka. Ahh,, ironi kawan. Hanya ini yang dapat kuceritakan. Aku tak kuat berkomentar lebih banyak.